A T A S    B E R K A T    R O H M A T    A L L O H    Y A N G    M A H A    K U A S A
Home KAJIAN Materialisme dan Anti-Korupsi

Jiwa Organisasi di Shiddiqiyyah

Organisasi laksana hidupnya manusia, ada jasmani dan ruhani. Organisasi sendiri dari kata...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:31

Keajaiban Hubbul Wathon Minal Iman

Dalam buku  “Intan tertabur” susunan Jalaluddin Syayuti Mesir,  terkutib sabda Rosulu-lloh SAW...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:33

Keajaiban Sumpah Pemuda

Memperingati dan mentasyakuri hari Sumpah Pemuda dan lagu Kebangsaan Indonesia yang lahir di rumah...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:34

Negara Yang Diberkahi

Bila sebuah negara diberkahi Alloh maka segala sesuatunya akan sampai. Ilmunya sampai kepada...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:35

Lima Tahap Kebangkitan Nasional : Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur

Tonggak Kebangkitan Nasional di Indonesia yang menjadi pemicu semangat pergerakan putra-putri...
Minggu, 13 Juni 2010 08:08

NKRI dalam Pusaran Ideologi Transnasional

Oleh : Achmad,SH*)Pasca runtuhnya rezim pemerintahan Soeharto tahun 1998, Rakyat Indonesia memasuki...
Minggu, 13 Juni 2010 08:10

Bunga Rampai Rekrutmen Kepemimpinan

     Selama bertahun-tahun, saya selalu meyakini bahwa kelahiran seorang pemimpin adalah sebuah...
Sabtu, 26 Juni 2010 19:41

Materialisme dan Anti-Korupsi

Indonesia merupakan negeri penuh paradoks.  Tingkat kesejahteraan publik memprihatinkan di tengah
Minggu, 27 Juni 2010 09:50

Pancasila dan Pembukaan UUD`45 Tidak Bisa Diubah dan Tidak Boleh Diubah

Realisasi Wujud CTADalam perspektif agama, semulya-mulya isi hati manusia ialah ‘Al Iman’ (Q.S. Al...
Minggu, 27 Juni 2010 09:52

Fenomena I’jaz Dalam Al-qur'an

Alqur-an adalah suatu mu’jizat yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Agung dan Maha Pandai yaitu Alloh...
Senin, 28 Juni 2010 06:19

Meniti Jembatan di atas butir lada

Indonesia adalah Negara maritim yang terdiri dari kesatuan kepulauan yang terhubung oleh lautan....
Senin, 28 Juni 2010 06:28

Shiddiqiyyah Bangun Hotel Bintang Tiga Ala Pesantren

Alkautsar-dhibra, Jombang - Dalam waktu dekat Jombang akan memiliki hotel megah bintang tiga. ...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:48

Peletakan Batu Pertama Oleh Mursyid Dan 12 Kholifah

Alkautsar-dhibra, Jombang - Peletakan batu pertama pada bangunan Shiddiqiyyah sudah sering kali...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:50

Bupati Pimpin Penancapan Tiang Pancang Hotel Yusro

Alkautsar-dhibra, Jombang  - Ada peristiwa penting lagi dalam bulan Rojab 1431 H. tahun ini, sehari...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:54

Kehadiran Hotel Bintang Tiga Tak Usah Ditunda

Alkautsar-dhibra, Jombang - Rencana Shiddiqiyyah membangun hotel bintang tiga di kota Jombang...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:56

Kunjungan DPP Orshid di Dua Negara

Selama tiga hari pada pertengahan  Desember 2010 lalu, Pengurus Orshid Pusat mengadakan kunjungan...
Kamis, 06 Januari 2011 02:07

Nasib Penanggalan Hijriyah

Cobalah bertanya kepada anak, saudara atau teman  kita. Tanyakan kepada meraka tanggal dan...
Senin, 10 Januari 2011 03:39

Santri Yang Mandiri

Keinginan dapat mandiri, santri Pesantren Majmaal Bahrain Ploso Jombang yang tergabung dalam...
Jumat, 14 Januari 2011 07:00

Adab dalam Berthoriqoh

Jutaan orang yang telah masuk ke dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah, masih ada juga yang belum memiliki...
Sabtu, 15 Januari 2011 01:59

Pentingnya Mengikuti Program Sang Mursyid

Semua mansuia sesuai tuntutan fitrohnya pasti ingin mencapai kebahagiaan hakiki lahir-bathin,...
Minggu, 16 Januari 2011 07:13

Pentingnya Mengikuti Program Sang Mursyid

Semua mansuia sesuai tuntutan fitrohnya pasti ingin mencapai kebahagiaan hakiki lahir-bathin,...
Minggu, 16 Januari 2011 07:16

BENARKAH ROKOK ITU HARAM?

Pernahkan Anda berfikir tentang hukum merokok? Ternyata hingga hari ini belum ada kesepakatan...
Sabtu, 29 Januari 2011 07:26

Seriuskah Pemerintah Tangani Kemiskinan?

alkautsar-dhibra.com Bicara soal kemiskinan memang tiada habisnya sampai hari qiyamat...
Sabtu, 05 Februari 2011 06:25

Hati-Hati Baca Do’a Kautsaran

alkautsar-dhibra.com Bagi warga Thoriqoh Shiddiqiyyah doa kautsaran mungkin mayoritas banyak...
Senin, 14 Februari 2011 07:16

Mengagungkan Rosulullah dengan Mensukseskan Santunan Nasional

Bersabda Rosulullah SAW: “Barangsiapa mengagungkan hari lahirku maka aku akan menjadi syafaat...
Rabu, 16 Februari 2011 07:38

Syarat-Syarat, Berhasil dalam Pendidikan Thoriqoh

alkautsar-dhibra.com Tidaklah sedikit orang yang telah masuk ke dalam thoriqoh, ada yang sudah...
Jumat, 18 Februari 2011 09:39

SAMBUTAN KETUA UMUM DHIBRA

SAMBUTAN KETUA UMUM DHILAAL BERKAT ROHMAT ALLOH SHIDDIQIYYAH PUSAT PADA ACARA SANTUNAN NASIONAL...
Sabtu, 19 Februari 2011 15:56

Capai Rp. 1 Milyar Lebih

alkausar-dhibra.com Laporan sementara penyampaian Santunan Nasional dalam ranga Maulidin Nabi...
Rabu, 23 Februari 2011 06:15

Bangkitkan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Indonesia

alkautsar-dhibra.com Usai pelantikan pengurus di Surabaya beberapa waktu lalu, Organisasi...
Selasa, 01 Maret 2011 04:04

Menjebol Sifat Ghillin

oleh: Alhalaj MuhyiddinS-3 Shilaturrohmi, Shodaqoh dan Santunan adalah ciri khas Shiddiqiyyah....
Senin, 07 Maret 2011 05:08

HIKMAH DIBALIK DOA KITA YANG BELUM TERKABUL

    Kita semua pastilah pernah berdoa (memohon pertolongan) pada Alloh, baik permohonan yang...
Rabu, 16 Maret 2011 08:59

Cirri-Ciri Seorang Mursyid

Setiap pengikut thoriqoh pastilah mengenal istilah mursyid, karena memang pemimpin thoriqoh biasa...
Sabtu, 16 April 2011 05:53

Shiddiqiyyah di Pulau Maya Karimata

Kapal boat melaju kencang mengiris laut lepas, menyisakan bias putih membentuk garis lurus di...
Minggu, 15 Mei 2011 01:08

Bongkar “Ayat-Ayat” Teroris

Sebenarnya tak ada yang perlu dirisaukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diatas landasan...
Sabtu, 21 Mei 2011 02:22

"AYAT-AYAT" TERORIS

    Sebagai umat Islam mungkin tidak semuanya tahu kalau didalam Alquran itu ternyata banyak ayat...
Rabu, 25 Mei 2011 05:04

Metode Memahami Ayat dengan Benar

Mengapakah para muslim radikal dan kelompok teroris bisa terjerumus pada salah pemahaman terhadap...
Kamis, 26 Mei 2011 06:51

Etika Menjemput Rizqi dan Rahasia Kaya

Penganut thoriqoh biasanya tidak begitu tertarik dengan urusan dunia. Para sufi biasanya lebih...
Selasa, 19 Juli 2011 07:32

Jual 28 Kapling, dapat Tanah JM Gratis

Sambut Jami’atul di Pulau DewataBila pertolongan Alloh yang Maha Kuasa telah tiba kesulitan sesulit...
Rabu, 20 Juli 2011 05:22

Cara Kaya Berdasarkan Al-Quran Dan Hadits.

Untuk bisa kaya identik dengan kerja keras. Dan kerja keras umumnya diartikan dengan bisnis. Siapa...
Kamis, 21 Juli 2011 03:03

Mursyid: “Mudah-Mudahan Shiddiqiyyah Berkembang, Lestari dan Bijaksana”.

    Dalam agenda shillaturrohmi selaku Pimpinan Thoriqoh Shiddiqiyyah bersama dengan janda-janda,...
Senin, 25 Juli 2011 04:21

Lailatul Qodar Bagi Saudara Kita yang kurang mampu

Perjuangan di jalan Lailahaillah  memang tiada pernah berhenti dan tiada kata lelah. Selama nafas...
Jumat, 29 Juli 2011 05:44

Dibalik Perintah Puasa Bulan Romadlon

Dibalik rutinitas puasa di bulan Romadlon tiap satu tahun sekali, terdapat alasan dan tujuan besar...
Selasa, 02 Agustus 2011 04:12

Orshid Malaysia Kembali Di Lantik

Sejak Hj Abdur Rohman, Ketua Perwakilan Luar negeri untuk Malaysia meninggal dunia pada 2009 lalu,...
Rabu, 03 Agustus 2011 02:19

Semua manusia pasti ingin hidup bahagia

Fitroh manusia pada dasarnya pasti ingin hidup bahagia, tidak ada satu manusiapun yang ingin hidup...
Minggu, 14 Agustus 2011 07:34

Uang Barokah, Syirik!. Benarkan?

Ada sebagian kalangan umat Islam yang  menyatakan bahwa membuat asma’ azimat-azimat  seperti uang...
Selasa, 16 Agustus 2011 02:48

Rahasia & Kekuatan Tumbuhan-Tumbuhan

Dalam tubuh bohon Kenogo Cino telah tersimpan ilmu yang amat tinggi dari Almukarrom Kyai Sanusi...
Selasa, 13 September 2011 04:16

Sholatnya Burung Ruhani

 Peringatan lailatul mubarokah tanggal 17 bulan Romadlon 1432, pesantren Majma'al Bahrain...
Senin, 19 September 2011 06:09

Launching Edisi Sejarah Jamiatul

Setelah cukup lama ditunggu banyak pembaca, majalah Al Kautsar edisi khusus jamiatul mudzakkirin...
Kamis, 20 Oktober 2011 05:00

Nama LKBH Shiddiqiyyah Melejit

Tak salah bila ada orang mengatakan hukum di Indonesia bagai sebuah pecok.  Tumpul bila keatas,...
Sabtu, 29 Oktober 2011 02:10

Mensyukuri Nikmat Otak

Hanyalah untuk manusia, Alloh menciptakan alam semesta ini. Mungkin kita tak menginsafi tapi itulah...
Sabtu, 29 Oktober 2011 02:14

Menguak Keajaiban Otak

Sesungguhnya  diri manusia itu diliputi milyaran lebih nikmat dari Alloh Ta’ala, hanya saja tak...
Senin, 31 Oktober 2011 02:17

Posisi dan Potensi Otak Manusia.

Syarat untuk bersyukur adalah harus berilmu (mengetahui) maka pengetahuan seputar otak manjadi...
Selasa, 01 November 2011 01:34

Peran Agama Islam Terhadap Kebaikan Otak

sholat adalah salah satu  di antara aktifitas yang berpengaruh terhadap kebaikan otak (jasmani)...
Rabu, 02 November 2011 05:50

Mursyid: Jangan Sampai Anak Kita Seperti Bola

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Muchtarulloh Almujtaba mengaku bangga atas berdirinya Bustan Tsamrotul...
Sabtu, 05 November 2011 03:38

Ekonomi Lemah Tapi Semangat Kuat

Kabar menggembiran persiapan Munas juga mengalir dari Jambi. Dikabarkan oleh Nazirman Ketua DPW...
Kamis, 10 November 2011 02:16

Unjuk Rasa Ala Opshid

 Menyaksikan kiprah pemuda dalam membangun rumah layak huni untuk kaum lemah tentu pekerjaan gampang...
Sabtu, 12 November 2011 04:43

Kalsel, Masih Persiapan

Meski sudah banyak yang siap, tak di pungkiri ada juga daerah yang belum mempersiapkan diri. Belum...
Senin, 14 November 2011 04:14

Lampung, Soal Pendidikan.

Nampaknya Lampung adalah diantara satu daerah yang paling siap menyambut Munas III ini. Ketua DPW...
Rabu, 16 November 2011 07:30

Mohon Maaf Terganggu

Sepekan lalu website Alkautsar-dhibra.com mengalami ganguan, tidak bisa di akses sama sekali. Meresa...
Senin, 05 Desember 2011 03:20

Yusro Hotel sudah di buka

Mulai saat ini jika anda sedang melintas di Kota Jombang  di Jl. Soerkarno-Hatta Keplaksari anda...
Rabu, 07 Desember 2011 08:52

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini157
mod_vvisit_counterKemarin397
mod_vvisit_counterMinggu ini2083
mod_vvisit_counterMinggu lalu3299
mod_vvisit_counterBulan ini3858
mod_vvisit_counterBulan Lalu16235
mod_vvisit_counterSemua141306

On the radio

Share

Materialisme dan Anti-Korupsi
Minggu, 27 Juni 2010 09:50
Indonesia merupakan negeri penuh paradoks.  Tingkat kesejahteraan publik memprihatinkan di tengah kekayaan alam yang melimpah. Penyalahgunaan bantuan mewarnai peristiwa bencana alam yang melanda masyarakat. Kemiskinan, mahalnya pendidikan, kesehatan dan pengangguran harus terjadi secara masif di tengah tingkat kesejahteraan pejabat, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, yang terus meningkat secara pesat.

Di tengah realitas Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia dihadapkan pada musuh besar kehidupan sosial kemasyarakatan yang bernama korupsi. Berdasarkan paradoks-paradoks yang ada, Penulis mempersepsi bahwa korupsi adalah ancaman genuine Indonesia. Artinya, ancaman yang betul-betul bersumber dari kenyataan nasional dan tanpa ditekan oleh pihak luar. Semua elemen bangsa yang mencintai bangsanya secara jernih, baik pemerintah, akademisi, LSM, maupun masyarakat secara umum akan menganggapnya sebagai musuh yang harus diperangi. Artinya, sikap anti-korupsi di Indonesia harus dikembangkan di tengah kenyataan kecenderungan hidup mewah yang melingkupinya.

 

Kemewahan sebagai Penyakit Sosial

Berdasarkan urgensinya, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier atau barang mewah. Sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan primer yang tidak dapat ditunda pemenuhannya. Sedangkan kebutuhan sekunder dan tersier atau barang mewah dianggap dipenuhi juga boleh, dan tidakpun juga tidak mengganggu kelangsungan hidup manusia. Namun bersamaan dengan berkembangnya kehidupan manusia, lahirlah persepsi menarik bahwa manusia yang hanya berkutat pada kebutuhan primer adalah masyarakat miskin. Masyarakat yang sudah berinteraksi dengan kebutuhan sekunder adalah masyarakat menengah. Dan masyarakat yang sudah berada pada level pemenuhan kebutuhan tersier atau barang mewah adalah masyarakat kelas atas.

Di tengah determinasi materialisme (paham kebendaan), stratifikasi tersebut bukannya berjalan tanpa makna. Kategori miskin, menengah dan atas juga membawa implikasi perlakuan sosial yang berbeda. Berkutat pada kebutuhan primer yang berarti masyarakat miskin berdampak pada status sosialnya sebagai masyarakat yang “tidak berguna”. Dan dalam perhelatan sosial kemasyarakatan harus bersiap untuk menjadi pihak yang selalu menerima perintah (jogo kongkonan). Masyarakat kelompok ini kadang diposisikan sebagai “belum boleh usul”. Masyarakat menengah tentu mendapat perlakuan sosial yang lebih baik. Dalam perhelatan sosial, minimal mereka bisa berperan seperti seorang supervisor yang notabene sudah mempunyai otoritas untuk berinisiatif dan menyampaikan usulan. Sedangkan masyarakat kelas atas seringkali diperlakukan seolah-olah dialah yang memiliki masyarakat itu sendiri. Merekalah kelompok direktur atau bahkan pemilik perusahaan yang berhak untuk memerintah dan diterima usulannya.

Fasilitas apapun yang dapat diakses oleh kelompok miskin diartikan juga berhak diakses oleh kelompok menengah dan atas. Maka sering ditemukan jatah raskin dan kompensasi BBM menjadi rebutan banyak pihak. Bahkan masyarakat kategori menengah dan atas sekalipun apabila menerima raskin maupun kompensasi BBM jarang mempunyai inisiatif untuk mengembalikan dengan penegasan bahwa itu bukan haknya. Apabila kemudian ketahuan sekalipun juga dilakukan usaha keras untuk mempertahankannya.

Secara definitif, kemewahan adalah hak preogratif pemilik kekayaan berlebih yang dengan kekayaannya sudah tidak bermasalah lagi dengan kebutuhan primer dan sekunder. Namun prestis sosial yang inheren di dalamnya tidak jarang menggoda kelompok masyarakat miskin maupun menengah untuk mewarnai kehidupannya dengan simbol-simbol kemewahan. Kekuatan perekonomian yang baru mencukupi untuk kebutuhan primer dan sekunder yang kemudian dipaksakan untuk bersinggungan dengan kebutuhan tersier atau barang mewah tentu menjadikan semua menjadi rumit. Implikasinya, tidak jarang ditempuh cara-cara strategis untuk menutup kekurangan kebutuhan kemewahan yang hendak diraihnya, meskipun harus melibatkan cara-cara yang tidak dibenarkan, seperti pungutan liar, berhutang pada renternir, sampai dengan melakukan tindak pidana korupsi. Apabila tidak memiliki fasilitas kekuasaan, pungutan liar dan hutang adalah pilihan strategis yang dapat dilakukan. Dan akses pada kekuasaan tentu membentangkan jalan menuju korupsi.

Kemewahan dalam perhelatan akbar menyambut tahun baru memang tidak sepenuhnya salah. Keberadaan kelompok masyarakat yang sudah berhak untuk hidup mewah dalam penyelenggaraannya tentu membuat kemewahan dalam acara tersebut menjadi sah. Menjadi ironis ketika kemudian perhelatan tersebut harus hadir di tengah kondisi mayoritas masyarakat yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan primernya. Merasa kondisi perekonomiannya sudah mencukupi, kaum-kaum mewah memanfaatkan secara penuh fasilitas kemewahannya, dan berat untuk diminta berempati pada kelompok masyarakat lainnya. Nampaknya, kemewahan juga menjadi simbol prestis sosial di antara kaum-kaum mewah itu sendiri. Pada acara seperti apa kaum mewah hadir juga akan berdampak pada persepsi prestis di antara mereka sendiri.

Masa Depan Anti-Korupsi

Dari perspektif kemewahan sebagai penyakit sosial, anti-korupsi yang dilakukan di tengah kecenderungan hidup mewah tentu menjadi fenomena menarik tersendiri. Apalagi dengan berpijak pada korupsi sebagai salah satu media untuk menggali sumber pendapatan strategis dengan memanfaatkan “kekuasaan” yang sedang dimiliki sekaligus memenuhi kebutuhan hidup mewah, baik mewah di antara masyarakat miskin dan menengah maupun mewah di antara masyarakat mewah.

Kecenderungan untuk hidup mewah dan berfoya-foya telah ikut berperan secara strategis untuk meruntuhkan banyak bangunan struktur kemasyarakatan, peradaban maupun politik dan pemerintahan. Karena kemewahan memang menjanjikan keuntungan-keuntungan sosial yang menggiurkan dan tidak jarang merangsang setiap individu untuk bersikeras mencapainya.

Godaan kemewahan tentu mengancam siapa saja yang mengembangkan sikap anti-korupsi. Apabila penggiat anti-korupsi tidak dilingkupi dengan integritas diri untuk tidak berkeinginan menjalani hidup secara mewah, maka anti-korupsi tentu hanya akan indah sebagai slogan. Dengan kata lain, berperang melawan korupsi sama dengan berperang melawan kemewahan. Dan kemewahan bukan hanya mengjangkiti para pelaku korupsi namun juga bisa menjangkiti siapapun. Singkat kata, masa depan anti-korupsi di Indonesia akan ditentukan oleh seberapa kuat integritas diri para aktivis maupun pejabat pelakunya untuk mengekang kecenderungan hidup mewah yang bisa menjangkiti semua pihak baik aparatur pemerintah, pelaku usaha, TNI, POLRI, dosen, aktivis LSM, Jaksa, hakim, bahkan ulama atau mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat.

 

Oleh : Jamal, SIP,Koordinator Pusat Kajian Cinta Tanah Air (PUSAKA CITA),