kepala, kaki, tangan dan lain sebagainya. Semua organ jasmani tanpa ada unsur ruhani atau jiwa maka tidak akan ada artinya. Mata tanpa penglihatan, telinga tanpa pendengaran dan sebagainya, tidak akan berarti.
Begitu pula dengan banyaknya organisasi di Shiddiqiyyah.Organisasi-organisasi ini pun memiliki organ jasmani dan juga ruh atau jiwa. Organ Shiddiqiyyah ini misalnya Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS), Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), organisasi Dhibra, dan Kautsaran Putri (JKP). Semua organ tidak ada artinya jika tanpa ada jiwa yang menggerakkan. Lalu apakah jiwa organisasi di Shiddiqiyyah itu ?
Jiwa dari semua organisasi itu pokok pangkalnya bersumber dari dzikir Laa ilaaha illalloh dan dzikir ismu dzat. Dua hal itu disebutkan dalam dua hadits.
****
Riwayat dari shohabat Ibnu Abbas menerangkan, “Tidak akan ada kiamat selama kalimat Laa ilaaha illalloh dan Alloh, Alloh, Alloh masih disebut di dunia ini”
Artinya, kalau dua kalimat itu, Laailaah illalloh dan Alloh sudah tidak ada yang menyebutnya di permukaan bumi ini maka kiamat (qiyamat) akan terjadi. Kata qiyamat tersusun dari dua suku kata yakni qiyam dan mata. Qiyam berarti 'berdiri' dan mata artinya 'mati'. Jadi kiamat maksudnya adalah “berdirinya kematian” (datang-nya maut -red). Dan dua kalimat ini adalah bagian khusus yang diajarkan di thoriqoh Shiddiqiyyah. Dengan kata lain, jiwanya organisasi di Shiddiqi-yyah adalah thoriqoh Shiddiqiyyah. Ini penting dan harus diingat !!!
Selain memiliki jiwa, berbagai organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah itu juga memiliki ciri khas, yaitu ; Shilaturrohmi, shodaqoh dan santu-nan. Menurut hadits, tiga ciri khas itu dapat menimbulkan banyak keajaiban.
Bagi orang yang mau bershodaqoh keajaiban itu antara lain, bebas dari laknat Alloh, mata hati terbuka dan telinga hati dapat mendengar. Sebaliknya bagi orang yang tidak mau bershodaqoh akan dilaknat oleh Alloh, telinga hati tertutup dan mata hatinya dibutakan. Ini disebut dalam QS. Muhammad. Begitu pula masih banyak keajaiban lain yang timbul dari shilaturrohmi.
Keajaiban dan keutamaan lain yang muncul dari shodaqoh. Sakhoo (dermawan), itu adalah sifat Alloh yang Agung. Jika sifat shakhoo itu timbul di dalam hati maka manusia itu akan gemar bershodaqoh.
Menurut hadits, "Dermawan itu dekat dengan Alloh, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, jauh dari neraka". Maka orang yang melakukan shodaqoh akan dekat dengan Alloh, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sebaliknya orang yang tidak mau shodaqoh, akan jauh dari Alloh, jauh dari manusia, jauh dari surga, dekat dengan neraka.
Selain itu shodaqoh juga dapat menutup tujuhpuluh pintu bala'. Misalnya jika kita mengalami mimpi yang menakutkan, cepat-cepatlah bershodaqoh. Sebab menurut Rosululloh saw, dengan bershodaqoh hal-hal yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi.
Santunan
Rosul telah bersabda : “Siapa yang tidak santun kepada manusia, Alloh tidak akan santun kepadamu”.
Tumpukan keajaiban muncul dari shodaqoh, begitu pun keajaiban timbul dari santunan. Keajaiban santunan dapat membalik dominasi Budha dan Hindu di tanah Jawa (Majapahit) sehingga agama Islam menjadi mayoritas hingga sekarang. Pemimpin agama Islam saat itu jumlahnya hanya sedikit yakni 9 orang, tapi mereka pandai mengambil hikmah shodaqoh. Masyarakat diajak memperhatikan desanya dari shodaqoh mereka sendiri.
Hikmah bershodaqoh hingga hari ini masih tampak ajaib. Diantaranya makam para wali songo masih tetap ramai dikunjungi banyak orang.
Selain itu, organisasi di Shiddiqiyyah juga mempunyai daya pendorong, yaitu “Walaa taqnathuu min rohmatillah“ Jangan putus asa dari rohmat Alloh, QS. Zumar. Orang yang tidak putus asa pasti akan memiliki jiwa dinamis, optimis dan realis. Jadi yang melestarikan dinamis itu optimis, kemudian jadi realis.
******
Tujuan pendidikan di lingkungan Shiddiqiyyah adalah 'abdan syakuro. Karenanya pendidikan tidak hanya hal penting namun sesuatu yang maha penting. Dimana letak maha pentingnya pendidikan ? Maha pentingnya pendidikan dapat dilihat dari beberapa hal. Nabi sejumlah 124 ribu dan 104 kitab suci semuanya ditujukan untuk mendidik aqidah, dan akhlaq manusia.
Suatu saat shohabat Abi Dzar Al Ghiffari bertanya tentang jumlah nabi, lalu Rosululloh menjawab, “jumlahnya ada 124.000 nabi”.
Lalu shohabat tanya lagi tentang jumlah kitab suci yang diturunkan, dan Rosululloh menjawab , “ada 104 kitab”.
Sejumlah kitab ini adalah 50 shukhuf turun kepada Nabiyulloh Syits sebagai pedoman mendidik manusia pada jamannya. Lalu 30 kitab turun kepada nabi Idris, dan 10 kitab turun kepada Nabi Ibrohim untuk mendidik umat dijamannya. Sedang setelah itu turun lagi 10 kitab pada nabi Musa sebelum turunnya Taurot.
Setelah turun kitab Taurot, turun lagi kitab Zabur pada Nabi Dawud. Dan selang 200 tahun turun Injil pada nabi Isa dan 600 tahun kemudian turun Alqur'an.
Jadi tanpa tujuan pendidikan maka tidak akan turun 124.000 nabi dan 104 kitab suci.
Pendidikan berarti juga robbi diambil dari kalimat Alhamdulillahi-robbil'alamin. Maka alam semesta ini juga merupakan pendidikan. Maksud-nya proses menumbuhkan sesuatu sampai mencapai tahap kesempur-naan. Itulah pendidikan.
******
Rencananya YPS akan mendirikan Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat (THGB) di daerah-daerah tapi sistem-nya sentralisasi. Semua sistemnya ditentukan dari pusat dan tenaga pengajarnya juga dikirim dari pusat.
InsyaaAlloh kalau kita sungguh-sungguh ingat, bahwa organisasi kita ini rohnya adalah Thoriqot Shiddi-qiyyah, ciri khasnya adalah Shilatur-rohmi Shodaqoh dan santunan, serta daya pendorongnya adalah “Laa taqnathuu min rohmatillah”, dan kita menyadari maha pentingnya pendidikan, dan tujuan hidup abdan syakuro maka organisasi itu akan berhasil. *
Disarikan dari : Mau'idhoh Hasanah Rakernas YPS











