A T A S    B E R K A T    R O H M A T    A L L O H    Y A N G    M A H A    K U A S A
Home KHUTBAH Keajaiban Hubbul Wathon Minal Iman

Jiwa Organisasi di Shiddiqiyyah

Organisasi laksana hidupnya manusia, ada jasmani dan ruhani. Organisasi sendiri dari kata...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:31

Keajaiban Hubbul Wathon Minal Iman

Dalam buku  “Intan tertabur” susunan Jalaluddin Syayuti Mesir,  terkutib sabda Rosulu-lloh SAW...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:33

Keajaiban Sumpah Pemuda

Memperingati dan mentasyakuri hari Sumpah Pemuda dan lagu Kebangsaan Indonesia yang lahir di rumah...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:34

Negara Yang Diberkahi

Bila sebuah negara diberkahi Alloh maka segala sesuatunya akan sampai. Ilmunya sampai kepada...
Sabtu, 12 Juni 2010 13:35

Lima Tahap Kebangkitan Nasional : Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur

Tonggak Kebangkitan Nasional di Indonesia yang menjadi pemicu semangat pergerakan putra-putri...
Minggu, 13 Juni 2010 08:08

NKRI dalam Pusaran Ideologi Transnasional

Oleh : Achmad,SH*)Pasca runtuhnya rezim pemerintahan Soeharto tahun 1998, Rakyat Indonesia memasuki...
Minggu, 13 Juni 2010 08:10

Bunga Rampai Rekrutmen Kepemimpinan

     Selama bertahun-tahun, saya selalu meyakini bahwa kelahiran seorang pemimpin adalah sebuah...
Sabtu, 26 Juni 2010 19:41

Materialisme dan Anti-Korupsi

Indonesia merupakan negeri penuh paradoks.  Tingkat kesejahteraan publik memprihatinkan di tengah
Minggu, 27 Juni 2010 09:50

Pancasila dan Pembukaan UUD`45 Tidak Bisa Diubah dan Tidak Boleh Diubah

Realisasi Wujud CTADalam perspektif agama, semulya-mulya isi hati manusia ialah ‘Al Iman’ (Q.S. Al...
Minggu, 27 Juni 2010 09:52

Fenomena I’jaz Dalam Al-qur'an

Alqur-an adalah suatu mu’jizat yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Agung dan Maha Pandai yaitu Alloh...
Senin, 28 Juni 2010 06:19

Meniti Jembatan di atas butir lada

Indonesia adalah Negara maritim yang terdiri dari kesatuan kepulauan yang terhubung oleh lautan....
Senin, 28 Juni 2010 06:28

Shiddiqiyyah Bangun Hotel Bintang Tiga Ala Pesantren

Alkautsar-dhibra, Jombang - Dalam waktu dekat Jombang akan memiliki hotel megah bintang tiga. ...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:48

Peletakan Batu Pertama Oleh Mursyid Dan 12 Kholifah

Alkautsar-dhibra, Jombang - Peletakan batu pertama pada bangunan Shiddiqiyyah sudah sering kali...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:50

Bupati Pimpin Penancapan Tiang Pancang Hotel Yusro

Alkautsar-dhibra, Jombang  - Ada peristiwa penting lagi dalam bulan Rojab 1431 H. tahun ini, sehari...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:54

Kehadiran Hotel Bintang Tiga Tak Usah Ditunda

Alkautsar-dhibra, Jombang - Rencana Shiddiqiyyah membangun hotel bintang tiga di kota Jombang...
Jumat, 13 Agustus 2010 03:56

Kunjungan DPP Orshid di Dua Negara

Selama tiga hari pada pertengahan  Desember 2010 lalu, Pengurus Orshid Pusat mengadakan kunjungan...
Kamis, 06 Januari 2011 02:07

Nasib Penanggalan Hijriyah

Cobalah bertanya kepada anak, saudara atau teman  kita. Tanyakan kepada meraka tanggal dan...
Senin, 10 Januari 2011 03:39

Santri Yang Mandiri

Keinginan dapat mandiri, santri Pesantren Majmaal Bahrain Ploso Jombang yang tergabung dalam...
Jumat, 14 Januari 2011 07:00

Adab dalam Berthoriqoh

Jutaan orang yang telah masuk ke dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah, masih ada juga yang belum memiliki...
Sabtu, 15 Januari 2011 01:59

Pentingnya Mengikuti Program Sang Mursyid

Semua mansuia sesuai tuntutan fitrohnya pasti ingin mencapai kebahagiaan hakiki lahir-bathin,...
Minggu, 16 Januari 2011 07:13

Pentingnya Mengikuti Program Sang Mursyid

Semua mansuia sesuai tuntutan fitrohnya pasti ingin mencapai kebahagiaan hakiki lahir-bathin,...
Minggu, 16 Januari 2011 07:16

BENARKAH ROKOK ITU HARAM?

Pernahkan Anda berfikir tentang hukum merokok? Ternyata hingga hari ini belum ada kesepakatan...
Sabtu, 29 Januari 2011 07:26

Seriuskah Pemerintah Tangani Kemiskinan?

alkautsar-dhibra.com Bicara soal kemiskinan memang tiada habisnya sampai hari qiyamat...
Sabtu, 05 Februari 2011 06:25

Hati-Hati Baca Do’a Kautsaran

alkautsar-dhibra.com Bagi warga Thoriqoh Shiddiqiyyah doa kautsaran mungkin mayoritas banyak...
Senin, 14 Februari 2011 07:16

Mengagungkan Rosulullah dengan Mensukseskan Santunan Nasional

Bersabda Rosulullah SAW: “Barangsiapa mengagungkan hari lahirku maka aku akan menjadi syafaat...
Rabu, 16 Februari 2011 07:38

Syarat-Syarat, Berhasil dalam Pendidikan Thoriqoh

alkautsar-dhibra.com Tidaklah sedikit orang yang telah masuk ke dalam thoriqoh, ada yang sudah...
Jumat, 18 Februari 2011 09:39

SAMBUTAN KETUA UMUM DHIBRA

SAMBUTAN KETUA UMUM DHILAAL BERKAT ROHMAT ALLOH SHIDDIQIYYAH PUSAT PADA ACARA SANTUNAN NASIONAL...
Sabtu, 19 Februari 2011 15:56

Capai Rp. 1 Milyar Lebih

alkausar-dhibra.com Laporan sementara penyampaian Santunan Nasional dalam ranga Maulidin Nabi...
Rabu, 23 Februari 2011 06:15

Bangkitkan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Indonesia

alkautsar-dhibra.com Usai pelantikan pengurus di Surabaya beberapa waktu lalu, Organisasi...
Selasa, 01 Maret 2011 04:04

Menjebol Sifat Ghillin

oleh: Alhalaj MuhyiddinS-3 Shilaturrohmi, Shodaqoh dan Santunan adalah ciri khas Shiddiqiyyah....
Senin, 07 Maret 2011 05:08

HIKMAH DIBALIK DOA KITA YANG BELUM TERKABUL

    Kita semua pastilah pernah berdoa (memohon pertolongan) pada Alloh, baik permohonan yang...
Rabu, 16 Maret 2011 08:59

Cirri-Ciri Seorang Mursyid

Setiap pengikut thoriqoh pastilah mengenal istilah mursyid, karena memang pemimpin thoriqoh biasa...
Sabtu, 16 April 2011 05:53

Shiddiqiyyah di Pulau Maya Karimata

Kapal boat melaju kencang mengiris laut lepas, menyisakan bias putih membentuk garis lurus di...
Minggu, 15 Mei 2011 01:08

Bongkar “Ayat-Ayat” Teroris

Sebenarnya tak ada yang perlu dirisaukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diatas landasan...
Sabtu, 21 Mei 2011 02:22

"AYAT-AYAT" TERORIS

    Sebagai umat Islam mungkin tidak semuanya tahu kalau didalam Alquran itu ternyata banyak ayat...
Rabu, 25 Mei 2011 05:04

Metode Memahami Ayat dengan Benar

Mengapakah para muslim radikal dan kelompok teroris bisa terjerumus pada salah pemahaman terhadap...
Kamis, 26 Mei 2011 06:51

Etika Menjemput Rizqi dan Rahasia Kaya

Penganut thoriqoh biasanya tidak begitu tertarik dengan urusan dunia. Para sufi biasanya lebih...
Selasa, 19 Juli 2011 07:32

Jual 28 Kapling, dapat Tanah JM Gratis

Sambut Jami’atul di Pulau DewataBila pertolongan Alloh yang Maha Kuasa telah tiba kesulitan sesulit...
Rabu, 20 Juli 2011 05:22

Cara Kaya Berdasarkan Al-Quran Dan Hadits.

Untuk bisa kaya identik dengan kerja keras. Dan kerja keras umumnya diartikan dengan bisnis. Siapa...
Kamis, 21 Juli 2011 03:03

Mursyid: “Mudah-Mudahan Shiddiqiyyah Berkembang, Lestari dan Bijaksana”.

    Dalam agenda shillaturrohmi selaku Pimpinan Thoriqoh Shiddiqiyyah bersama dengan janda-janda,...
Senin, 25 Juli 2011 04:21

Lailatul Qodar Bagi Saudara Kita yang kurang mampu

Perjuangan di jalan Lailahaillah  memang tiada pernah berhenti dan tiada kata lelah. Selama nafas...
Jumat, 29 Juli 2011 05:44

Dibalik Perintah Puasa Bulan Romadlon

Dibalik rutinitas puasa di bulan Romadlon tiap satu tahun sekali, terdapat alasan dan tujuan besar...
Selasa, 02 Agustus 2011 04:12

Orshid Malaysia Kembali Di Lantik

Sejak Hj Abdur Rohman, Ketua Perwakilan Luar negeri untuk Malaysia meninggal dunia pada 2009 lalu,...
Rabu, 03 Agustus 2011 02:19

Semua manusia pasti ingin hidup bahagia

Fitroh manusia pada dasarnya pasti ingin hidup bahagia, tidak ada satu manusiapun yang ingin hidup...
Minggu, 14 Agustus 2011 07:34

Uang Barokah, Syirik!. Benarkan?

Ada sebagian kalangan umat Islam yang  menyatakan bahwa membuat asma’ azimat-azimat  seperti uang...
Selasa, 16 Agustus 2011 02:48

Rahasia & Kekuatan Tumbuhan-Tumbuhan

Dalam tubuh bohon Kenogo Cino telah tersimpan ilmu yang amat tinggi dari Almukarrom Kyai Sanusi...
Selasa, 13 September 2011 04:16

Sholatnya Burung Ruhani

 Peringatan lailatul mubarokah tanggal 17 bulan Romadlon 1432, pesantren Majma'al Bahrain...
Senin, 19 September 2011 06:09

Launching Edisi Sejarah Jamiatul

Setelah cukup lama ditunggu banyak pembaca, majalah Al Kautsar edisi khusus jamiatul mudzakkirin...
Kamis, 20 Oktober 2011 05:00

Nama LKBH Shiddiqiyyah Melejit

Tak salah bila ada orang mengatakan hukum di Indonesia bagai sebuah pecok.  Tumpul bila keatas,...
Sabtu, 29 Oktober 2011 02:10

Mensyukuri Nikmat Otak

Hanyalah untuk manusia, Alloh menciptakan alam semesta ini. Mungkin kita tak menginsafi tapi itulah...
Sabtu, 29 Oktober 2011 02:14

Menguak Keajaiban Otak

Sesungguhnya  diri manusia itu diliputi milyaran lebih nikmat dari Alloh Ta’ala, hanya saja tak...
Senin, 31 Oktober 2011 02:17

Posisi dan Potensi Otak Manusia.

Syarat untuk bersyukur adalah harus berilmu (mengetahui) maka pengetahuan seputar otak manjadi...
Selasa, 01 November 2011 01:34

Peran Agama Islam Terhadap Kebaikan Otak

sholat adalah salah satu  di antara aktifitas yang berpengaruh terhadap kebaikan otak (jasmani)...
Rabu, 02 November 2011 05:50

Mursyid: Jangan Sampai Anak Kita Seperti Bola

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Muchtarulloh Almujtaba mengaku bangga atas berdirinya Bustan Tsamrotul...
Sabtu, 05 November 2011 03:38

Ekonomi Lemah Tapi Semangat Kuat

Kabar menggembiran persiapan Munas juga mengalir dari Jambi. Dikabarkan oleh Nazirman Ketua DPW...
Kamis, 10 November 2011 02:16

Unjuk Rasa Ala Opshid

 Menyaksikan kiprah pemuda dalam membangun rumah layak huni untuk kaum lemah tentu pekerjaan gampang...
Sabtu, 12 November 2011 04:43

Kalsel, Masih Persiapan

Meski sudah banyak yang siap, tak di pungkiri ada juga daerah yang belum mempersiapkan diri. Belum...
Senin, 14 November 2011 04:14

Lampung, Soal Pendidikan.

Nampaknya Lampung adalah diantara satu daerah yang paling siap menyambut Munas III ini. Ketua DPW...
Rabu, 16 November 2011 07:30

Mohon Maaf Terganggu

Sepekan lalu website Alkautsar-dhibra.com mengalami ganguan, tidak bisa di akses sama sekali. Meresa...
Senin, 05 Desember 2011 03:20

Yusro Hotel sudah di buka

Mulai saat ini jika anda sedang melintas di Kota Jombang  di Jl. Soerkarno-Hatta Keplaksari anda...
Rabu, 07 Desember 2011 08:52

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini157
mod_vvisit_counterKemarin397
mod_vvisit_counterMinggu ini2083
mod_vvisit_counterMinggu lalu3299
mod_vvisit_counterBulan ini3858
mod_vvisit_counterBulan Lalu16235
mod_vvisit_counterSemua141306

On the radio

Share

Keajaiban Hubbul Wathon Minal Iman
Dalam buku  “Intan tertabur” susunan Jalaluddin Syayuti Mesir,  terkutib sabda Rosulu-lloh SAW tentang “Hubbul Wahon Minal Iman”. Lalu seorang tokoh mengomentari “maknanya shoheh dan ajaib”.

Terinspirasi oleh hadist tersebut kemudia kami merenungkan betapa tanah air Indonesia memang betul “Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman” sungguh  menakjubkan.
Di  Indonesia ini ada sebuah danau maknawi maul hayat yang airnya kilau-kemilau sejuk, hidup menghidupkan dan di dalamnya mengandung permata maknawi  bagai zamrut, berlian yang tak ternilai harganya. Jika “diminum dan  untuk mandi” jiwa-jiwa bangsa ini maka saya yakin Indonesia akan menjadi bangsa yang “hidup segar dan sehat”. Danau  maul hayat itu ber-sumber dari seluruh tokoh terbaik Indonesia dengan berbagai agama dan aliran yang berjiwa “Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman”.
 Wujud danau itu adalah pembukaan UUD 45. Sehelai   kertas  itu  mengan-dung makna seperti lautan tak bertepi, ada permata keimanan, permata Berkat, Rohmat, akhlaq, aqidah, dan cita-cita luhur yang nilainya lebih baik dari 350 tahun ; “saat yang berbahagia dengan selamat sentausa”.
Tetapi sayang danau itu kini telah tertimbun oleh ”lumpur” sifat-sifat  yang bertentangan dengan perikema-nusiaan dan perikeadilan.  Hal ini  sudah diamanatkan oleh pendiri negara bahwa itulah   hakekat penja-jahan.  Karenanya kini danau itu  harus kita  bersihkan, sebab jika tidak, semuanya akan macet. “Maka penja-jahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai  dengan peri kemanusiaan dan perikeadilan”.

Jalan mencapai Negara Adil Makmur

Kitab Alquran, kitab Weda, kitab Tripitaka, Bibel, dan seluruh undang-undang  di dunia ini  tidak memiliki tangan dan kaki. Artinya aturan itu tidak bisa berbuat sendiri, tidak bisa berjalan sendiri, dan manusialah yang harus menjalankannya. Jika tidak ada yang menjalankannya maka hilanglah manfaatnya.
Jika danau  maknawi itu ”diminum” melalui pendidikan dan masuk dalam jiwa bangsa, saya yakin Indonesia akan selamat. Karena disitu (danau maknawi-red) sistemnya persis sistem syukur, dan sistem syukur persis sudah diatur dalam UUD '45.
Adapun syukur adalah jalan  menca-pai “Baldatun thoyyibatun.” bersyu-kurlah kamu, negara akan menjadi negara thoyyibah.
Hakekat  syukur adalah mengamal-kan tiga buah titik yang ada di dalam  huruf “syin”. Titik Pertama, ”lmun.” Artinya mengetahui sumber nikmat, mengetahui wujudnya nikmat, dan mengetahui untuk apa nikmat di berikan.
Titik Kedua, “Farhun”:  Artinya gem-bira karena mengetahui sumber nikmat yakni Alloh, gembira karena menge-tahui wujud nikmat, dan gembira karena mengetahui tujuan nikmat itu di berikan.
Sedang titik ketiga adalah “Amalun”. Maksudnya mengelola nikmat menu-rut ridho Alloh Ta'ala.
Diantara nikmat besar yang telah diterima bangsa Indonesia adalah nikmat berdirinya Negara Kesatuan  Republik  Indonesia (NKRI). NKRI tidak akan ada jika tidak ada kemerde-kaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pun kemerdekaan tidak akan mungkin diperoleh jika tidak ada pertolongan Alloh - “Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa dan dengan di dorongkan oleh keinginan luhur maka rakyat Indonesia  menyatakan dengan ini kemerdekaanya”.
Sebab, apa mungkin keadaan  com-pang-camping saat itu mampu meng-hadapi raksasa  putih (penajajah Belan-da-red) dan raksasa kuning (penjajah Jepang).  Mustahil menurut perhitu-ngan akal, tapi kenyataannya kemer-dekaan  terjadi. Oleh sebab itu penda-hulu negeri ini menyadari tanpa pertolongan Alloh tak mungkin Indo-nesia bisa merdeka.
Peristiwa ajaib lain yang sangat menakjubkan dan bersumber dari jiwa Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman juga terjadi  di sebuah gedung no 106 gg Kenari jalan Kramat Raya tahun 1928  di bulan 10 pada tanggal 1928.  Peristiwa itu adalah Sumpah Pemuda   dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Di  rumah no 106 (1 di tambah  6  = tujuh) ini menimbulkan 7 keajaiban. Keajaiban ini antara lain ajaibnya nama, ajaibnya penyaksian, ajaibnya para pelakunya, ajaib obyeknya, ajaib kebenaannya, ajaib latar belakangnya, dan ajaib latar  mukanya.
Tentang ”ajaibnya  penyaksian”. Saat waktu itu putra-putri Indonesia ber-ikrar tentang ”satu nusa” yang disak-sikan oleh tahun 19  (1+ 9 = 10).  Angka sepuluh  jika dijumlah sama dengan satu (1 + 0 = 1 ), berati ”satu nusa”. Kemudian ikrar ”satu bangsa”,  disak-sikan oleh tahun 28 (2 + 8 = 10).  Jum-lah sepuluh  sama dengan  ”satu bang-sa”. Lalu ikrar ”satu bahasa”, disak-saikan oleh bulan 10. Angka sepuluh disini berarti ”satu bahasa”.
    Jadi  ikrar ”satu nusa, satu bangsa , dan satu bahasa”pada tanggal 28 itu sebagai penyaksian satunya negara Republik Indonesia  yang ”disingkat” pada nama Gang tempat pelaksanaan acara yakni ”Kenari ; Kesatuan Negara Republik Indonesia”. Sedang jalan Kramat Raya Kramat berarti ”menuju kemulyaan yang besar”.
    Padahal waktu itu para pemuda yang berikrar usianya sekitar 20-25 tahun, tapi mereka memiliki kebe-ranian luar biasa. Keberanian lintas suku, berani lintas agama, dan berani mendobrak berhala imperialisme. Dan berselang 17 tahun kemudian kemer-dekaan bangsa Indonesia tercapai. Jadi  ada benang halus  antara Sumpah Pemuda dan Sumpah Palapa.

Peringatan yang keliru
    Pada  tanggal 17 Agustus saya pergi ke Jakarta. Waktu saya ke masjid Istiqlal disitu tertulis “Dirgahayu Kemerdekaan RI”. Begitu pula saat ke  Taman Mini,  dari  Surabaya hingga Jakarta semua tertulis sama “Dirga-hayu Kemerdekaan RI”. Lantas jika dipikir, apakah yang dijajah selama 350 tahun itu  Republik Indonseia ataukah bangsa Indonesia?
    Didalam teks proklamasi  tertulis “Kami bangsa Indonesia” bukan ”Kami  Republik Indonesia. Juga tertulis ”Atas nama bangsa Indonesia” bukan ”atas nama Republik Indonesia”. Juga tertulis ”Sukarno  Hatta” bukan ”Presi-den Sukarno”.
    Demikian juga dalam pembukaan ”Bahwa  Kemerdekaan itu   hak segala bangsa” bukan ”hak   Republik Indo-nesia”. Tapi mengapa kemudian yang ditemui adalah tulisan ”Kemerdekaan RI”?.
    Begitu pula seandainya pada tanggal 17 Agustus Negara Republik Indonesia sudah berdiri, berdiri di atas dasar apa?  Jika didirikan atas dasar Pancasila, nyatanya saat itu Pancasila belum menjadi dasar negara. Sebab saat itu sila ”Ketuhanan”  masih koma yakni ”Ketuhanan, dengan menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluk-pelemuknya. Jadi belum final.
    Baru pada 18 Agustus menjelang sidang PPKI,  dr. Hatta, KH Wahid Hasyid, Kihadi Kusumo. Mr Hasan, Kasman Singodimedjo melakukan rapat kilat  mengenai 7 kalimat pada sila kesatu Pancasila. Agar dapat menjadi kalimat  titik temu, maka digantilah dengan tiga kalimat “Yang Maha Esa”. Ini baru final !
    Apalagi kalimat ”dengan menja-lankan syariat Islam bagi pemeluk-2 nya” nantinya dapat berarti  yang mewajibkan, zakat,  puasa, haji adalah negara, bukan Alloh swt. Apa hal ini nggak syirik?
    Alhamdulillah, dengan rohmat besar ini selamatlah negeri ini dari perpecahan. ”Ketuhanan Yang Maha Esa” itulah kalimat titik temu bagi seluruh agama  yang ada di Indonesia.
    Kalimat titik  temu itu juga sudah diterangkan dalan Al qur'an, “Ya ahli kitabi ta'alau sawain baina  wabai-nahum” - “Wahai ahli kitab marilah kita pada satu kalimat yang sama titik temu”.
    Alhamdulillah di Indonesia ini ada kalimat titik temu, sehingga ketuhanan itu menjadi dasar negara yang paling utama.Seperti juga tercantum  di bab 11 pasal 29 ayat no 1.” Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi di Indonesia ini bukan rakyatnya saja yang berketuhanan tapi negaranya berke-Tuhanan Yang Maha Esa. Satu-satunya negara di dunia yang meng-gunakannya hanya Indonesa. Karena-nya kita harus bersyukur kepada Alloh, syukur kepada penda-hulu kita.
    Rosululloh  bersabda “Man Lam Yaskurinnas Lam Yaskurilah” - ”Bara-ng siapa  tidak syukur kepada sesama manusia tidak  syukur kepada Allah”. Seandainya tiga kalimat diatas tidak diganti mungkin Indonesia akan terpecah. Walaupun  akhir-akhir ini nampak ada usaha untuk mengem-balikan  ”Ketuhanan yang dikoma” lagi.  Jadi perlu dipikir  sungguh-sungguh tentang hal yang sudah final ini.
    Yang  penting sekarang akar-akar identitas jati diri diperkuat. Sehingga meski terjadi globalisasi, asal akarnya kuat maka tidak akan terlibas. Sebalik-nya kalau akar identitas Indo-nesia ini tidak diperkuat  maka bebe-rapa puluh tahun lagi Indonesia tinggal nama, terlibas oleh globalisasi. Ini  yang kami kawatirkan !*

Diringkas dari : Sambutan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah pada acara
Pembukaan Seminar Cinta Tanah Air 1-2 Agustus 2007 di ISLAMIC CENTER Surabaya